BIODATA CALON KETUA UMUM
PMII RAYON TARBIYAH
Nama : Muchamad
Sholechan
Fakkultas/Jurusan : Tarbiyah/Pendidikan Agama Islam
Tempat/ tanggal lahir :
Kebumen, 10 Juli 1992
Alamat
Asli : Bulak Rt. 02/II, Desa Kemujan, Kec.
Adimulyo, KEBUMEN
Alamat Sekarang :
PP Daarun najah, Jln stasiun no. 175 Jerakah, Tugu Semarang.
Telp/Hp. : 085740289223
/ 087837808803
Jenjang Pendidikan
(formal)
- SD/MI : SD N 1 kemujan Tahun 2004
- SMP/MTS : SMP N 1 Karanganyar Tahun 2007
- SMA/MA : MA N 1 Kebumen Tahun 2010
- S1 : IAIN Walisongo Tahun –
Jenjang Pendidikan (non formal)
1. PP. Al Huda, Kebumen
2. PP. Daarun Najaah, Semarang
Pengalaman Organisasi
- Ketua OSIS SMP N 1 Karanganyar
- Ketua Umum ROHIS MAN 1 Kebumen
- Ketua 1 PMR MAN 1 Kebumen
- Sekretaris Jendral PC IPNU Kebumen
- Sekretaris IMAKE Walisongo
- Wakil Sekretaris Jendral PMII Rayon Tarbiyah
- Koor. Pengkaderan LPM Edukasi
- Pimpinan Umum Ikatan Mubaligh Walisongo Semarang
- Koordinator Komisi A (Kebijakan Publik) Senat Mahasiswa Fakultas
Motto : “Berikan yang terbaik untuk sesama”
Motif mencalonkan diri Sebagai Ketua Umum PMII Rayon tarbiyah
adalah sebagai bentuk loyalitas sebagai kader, serta menyadari bahwa saya
sebagai kader PMII Rata mempunyai kewajiban serta tanggung jawab untuk
memajukan PMII Rata.
VISI
Terciptanya iklim pergerakan
yang berbasis intelektualitas, spiritualitas dan sosial, serta berpegang teguh
pada prinsip idealisme pergerakan, yang
berlandaskan aswaja sebagai Manhajul Fikr.
MISI
1.
Mewujudkan
gerakan kolektif kader.
2.
Mencetak
kader yang berintelekual tinggi dan berakhlakul karimah serta memegang teguh
prinsip idealisme pergerakan.
3.
Membangun
sistem pengkaderan yang berkesinambungan.
4.
Membangun
sistem managemen organisasi yang profesional.
Ada beberapa hal yang melenadasi visi misi diatas, yang pertama
adalah basis gerakan
intelektual, yaitu basis yang melandasi gerakan kaum aktifis PMII. Karena aktivis PMII merupakan aktor intelektual yang bergerak
dengan prinsip intelek pula, sehingga prinsip peningkatan basis gerakan
intelektual digagas agar tingkat kritisisme kader PMII lebih maksimal, sehingga
dapat optimal dalam proses pengawalan untuk mengimplementasikan gagasan yang
solutip dalam mengatasi permasalahan yang ada. Dalam proses kaderisasi misalnya
dengan membentuk forum diskusi sebagai wadah untuk menjembatani kader dalam
berproses meningkatkan Pemahaman teori serta pengetahuan yang dibutuhkan.
Basis
gerakan selanjutnya yang perlu di maksimalkan adalah basis gerakan spiritual. Karena Kader
PMII perlu mempunyai sikap dan budaya
yang berlandaskan pada nilai spiritual.
Agar segala tindakan ataupun gerakan PMII tidak menciderai prinsip
keagamaan yang menjadi landasan pergerakan. Adapun ketauhidan kader dan gerakan
PMII haruslah memegang keyakinannya (idealismenya) tidak hanya pada tataran
lisan, namun juga mempraktikan nilai-nilai keyakinannya yang bersumber dari
agama ataupun norma masyarakat. Dalam berorganisasi misalnya, perlu dijunjung
nilai-nilai religius, kejujuran, bermanfaat kepada orang lain, dan sikap
positif lainnya.
Kemudian
basis gerakan sosial, sebagaimana implementasi segala aspek teori dan
pengetahuan dari pengimplementasian basis gerakan intelektual serta religiusitas kader dalam
mengupayakan terciptanya masyarakat madani. Basis gerakan ini digalakkan dengan
bertujuan untuk meningkatkan responsibilitas kader terhadap segala aspek yang
menciderai kemaslahatan rakyat dan upaya untuk menumbuhkan jiwa sosial serta
sodaritas dalam membaca keadaan yang dialami oleh masyarakat. Seperti gerakan
bakti sosial, gerakan advokasi ataupun gerakan yang lain sebagainya.
Selain
penguatan di basis gerakan diatas, yang perlu di perkuat kembali adalah
penanaman dan peneguhan prinsip gerakan yang berpegang teguh pada prinsip
idealisme pergerakan , yaitu prinsip yang tertulis dalam NDP PMII. Serta
menjalankan segala aspek kegiatan dalam rangka pengawalan dengan menggunakan Aswaja
sebagai pola berfikir.
Mengkaca Gerakakan PMII Rayon tarbiyah
Dahulu basis gerakan PMII mempunyai peranan penting dalam memperjuangkan
hak mahasiswa serta hak rakyat Indonesia. Berbekal intelektualitas dan kapasitas
yang mereka miliki, memposisikan kader
PMII sebagai the agent of social change, the agent of social control, dan
the agent of problem solver. Mereka
mempunyai prinsip dan tugas yang mulia sebagai pembela rakyat dari segala
kebijakan birokrasi yang tidak pro rakyat. Namun melihat realita sekarang, basis
pergerakan yang mengatasnamakan gerakan untuk rakyat, kini tinggalah
angan-angan.
Gerakan PMII Rayon tarbiyah sekarang telah terreduksi, terbukti Sebagai
kader pergerakan yang menempati jenjang
pendidikan tertinggi di Indonesia, yang seharusnya kader mampu melaksanakan
fungsinya sesuai dengan landasan
pergerakan yang tercantum dalam Nilai Dasar Pergerakan (NDP). Akan tetapi, pada kenyataanya pergerakan PMII
Rata sekarang cenderung kehilangan arah dalam gelombang permasalahan bangsa
baik level regional maupun nasional, serta kehilangan daya kritis untuk menjadi
pengawal penguasa.
Adanya
afiliasi terhadap partai politik menjadi salah satu faktor penyebab sikap
apatis gerakan di tubuh PMII
Rata dalam menyikapi masalah tertentu. Hal ini menyebabkan kader kehilangan daya kritis dan pembelaan terhadap mereka yang
terpinggirkan. Selain itu banyaknya alumni kader
pergerakan yang telah menempati posisi penting dalam kancah perpolitikan baik di internal maupun
eksternal kampus, hal ini juga berperan besar terhadap berkurangnya nalar
kritis kader dalam menyikapi suatu permasalahan. Hubungan yang terjadi di antara
alumni dengan kader PMII Rata yang masih aktif, cenderung didominasi oleh
doktrin-doktrin yang bersifat pragmatis.
Permasalahan lain yang tidak kalah serius adalah, kritik yang
dilontarkan mahasiswa pergerakan dalam berbagai bentuk unjuk rasa saat ini.
Mereka dalam menyampaikan aspirasi tidak berangkat dari tradisi akademik yang
menjadi basis moral pergerakan. Ketika melakukan aksi, kader kurang mempunyai
dasar pemikiran akademis yang bisa dipertanggungjawabkan. Kerap kali suara-suara yang mereka bawa
turun ke jalan tidak melalui serangkaian kajian yang mendalam berdasarkan
disiplin ilmu yang memadai. Oleh karenanya argumen yang mereka tawarkan mudah dibantah dan dipatahkan.
Disamping itu cara mereka menyalurkan aspirasi cenderung anarkis, sehingga
simpati rakyat terhadap perjuangan mereka meluntur.
Maka perlu ada tinjauan ulang terhadap gerakan PMII Rata saat ini.
Sudah saatnya kita berbenah diri dan kembali pada prinsip dan patron pergerakan
yang benar, yaitu gerakan untuk rakyat. Mahasiswa pergerakan saat ini harus
mampu mengaplikasikan konsep NDP sebagai bekal untuk pergerakan. Karena kader
tidak hanya dituntut cakap secara berintelektual saja, namun harus mampu
mengamalkanya dalam pengabdian masyarakat. Terlebih dalam mengawal kebijakan
birokrasi yang tidak pro mahasiswa dan rakat.
Kemudian peran serta semua elemen
senior dan alumni juga sangat penting.
Sebagai penyokong sekaligus kontrol pergerakan kader-kader junior, supaya arah
gerakan mampu sejalan dengan visi dan misi PMII . Dengan adanya sinergitas tersebut diharapkan
gerakan PMII mampu menjadi suatu kekuatan besar yang mampu mengawal birokrasi,
sehingga akan tercipta masyarakat madani yang selama ini kita dambakan.
Mencetak kader PMII Rata yang bercirikhas
Ketika kita membincangkan permasalahan kaderisasi PMII Rayon
Tarbiyah. Maka hal yang harus di garis bawahi adalah bagaimana kita harus
membangun sistem kadirisasi yang berkesinambungan, serta menanamkan ciri khas
kader PMII Rata sebagai Kader yang mempunyai nalar kritis tinggi. Sebagaimana
yang diharapkan bahwa Kader PMII Rata mempunyai tipikal kader yang berbeda
dengan kader di fakultas lain. Dalam hal ini, segala aspek heterogenitas dari
seluruh kecenderungan kader di gunakan
sebagi sarana untuk menjembatai terwujudnya Visi kaderisasi. Yaitu dengan
membentuk komunitas sebagai sarana untuk menjembatani proses kaderisasi, agar
segala aspek kecenderungan kader itu dapat tercaver dalam tubuh PMII Rata.
Selanjutnya yang menjadi kebutuhan terpenting Kader di level rayon
adalah mempunyai kapasitas serta Intelektualitas yang tingggi, sebagai penguat
nalar kritis serta syarat dalam prosesi
pengawalan kita terhadap segala aspek yang tidak pro dengan mahasiswa dan
masyarakat umum. Karena yang perlu dipahami adalah kita sebagai mahasiswa yang menjadi agen intelektual
sekiranya harus mampu menuangkan segala
bentuk pemikiran positif guna menunjang terbentuknya pembangunan dalam segi
pendidikan, ekonomi, sosial, maupun profesionalitas.
Hal ini diupayakan agar kader pergerakan mampu memerangi
perangkap sistem pola fikir dogmatis yang membentuk kerangkeng pemikiran yang akhirnya
mengakibatkan phobia of mind, untuk itu kader-kader PMII rata harus mampu
melawan hegemoni ketakuatan dan pola fikir dogmatis dengan free market of
ideasnya Activies nothing statis, kaum pergerakan harus kritis Stay movement to get revolution.
Mengelola Relasi dan jejaring PMII Rayon Tarbiyah
Selama ini sudah kita sadari bersama bahwa relasi
maupun jejaring PMII Rata, baik di internal PMII maupun di ekternal organ lain
sudah mulai banyak di kembangkan oleh kepengurusan sebelumnya . Maka saat ini
yang perlu kita benahi bersama adalah bagaimana kita agar bisa mengelola hubungan
baik kita dengan jaringan dan relasi agar terus bersinergi, sehingga segala
aspek yang menjadi kebutuhan hajat kita dalam internal maupun eksternal dapat
terwujud. Karna memeng riil tanpa jaringan serta relasi yang kuat, PMII rata
tidak bisa maksimal dalam mengembangkan potensi dan segala aspek kapasitas yang
dimiliki untuk ikut berkontribusi serta berkontestasi di dunia luar.
Salah satunya dengan kita memberdayakan kelompok ikatan
senior ataupun alumni yang sudah terbentuk untuk menjembatani dan mempermudah
komunikasi kader dengan senior PMII rata. Sebagaimana harapan dengan terjalinnya
hubungan baik pada tubuh PMII rata dengan senior maupun alumni, dapat
dipastikan PMII rata mudah untuk mengembangkan segala potensinya dan
mempermudah gerak PMII itu sendiri.
Selajutnya membangun fondasi gerakan di kancah
regional, dengan cara terus intens menjalin komunikasi baik di ranah rayon di
komisariat walisongo sendiri maupun di level rayon di lingkup komisariat lain.
Dengan terwujudnya jalinan yang bersinergi diaharapkan mampu mewujudkan
cita-cita PMII Rata dalam kompetisi di level Regional tersebut.