Total Tayangan Halaman

Kamis, 21 Juni 2012

Mencetak kader PMII Rata yang bercirikhas

BIODATA CALON KETUA UMUM
PMII RAYON TARBIYAH

Nama                                      : Muchamad Sholechan
Fakkultas/Jurusan                  : Tarbiyah/Pendidikan Agama Islam
Tempat/ tanggal lahir           : Kebumen, 10 Juli 1992
Alamat Asli                            : Bulak Rt. 02/II, Desa Kemujan, Kec. Adimulyo, KEBUMEN
Alamat Sekarang                   : PP Daarun najah, Jln stasiun no. 175 Jerakah, Tugu Semarang.
Telp/Hp.                                : 085740289223 / 087837808803
Jenjang Pendidikan (formal)
  1. SD/MI                                    : SD N 1 kemujan               Tahun 2004
  2. SMP/MTS                  : SMP N 1 Karanganyar    Tahun 2007
  3. SMA/MA                   : MA N 1 Kebumen            Tahun 2010
  4. S1                                : IAIN Walisongo               Tahun –
Jenjang Pendidikan (non formal)

1.      PP. Al Huda, Kebumen
2.      PP. Daarun Najaah, Semarang

Pengalaman Organisasi        
  1. Ketua OSIS SMP N 1 Karanganyar
  2. Ketua Umum ROHIS MAN 1 Kebumen
  3. Ketua 1 PMR MAN 1 Kebumen
  4. Sekretaris Jendral PC IPNU Kebumen
  5. Sekretaris IMAKE Walisongo
  6. Wakil Sekretaris Jendral PMII Rayon Tarbiyah
  7. Koor. Pengkaderan LPM Edukasi
  8. Pimpinan Umum Ikatan Mubaligh Walisongo Semarang
  9. Koordinator Komisi A (Kebijakan Publik) Senat Mahasiswa Fakultas

Motto  : “Berikan yang terbaik untuk sesama”
Motif mencalonkan diri Sebagai Ketua Umum PMII Rayon tarbiyah adalah sebagai bentuk loyalitas sebagai kader, serta menyadari bahwa saya sebagai kader PMII Rata mempunyai kewajiban serta tanggung jawab untuk memajukan PMII Rata.

VISI
Terciptanya  iklim pergerakan yang berbasis intelektualitas, spiritualitas dan sosial, serta berpegang teguh pada prinsip idealisme pergerakan,  yang berlandaskan aswaja sebagai Manhajul Fikr.
MISI
1.      Mewujudkan gerakan kolektif  kader.
2.      Mencetak kader yang berintelekual tinggi dan berakhlakul karimah serta memegang teguh prinsip idealisme pergerakan.
3.      Membangun sistem pengkaderan yang berkesinambungan.
4.      Membangun sistem managemen organisasi yang profesional.


Ada beberapa hal yang melenadasi visi misi diatas, yang pertama adalah basis gerakan intelektual,  yaitu basis yang melandasi gerakan kaum aktifis PMII. Karena  aktivis  PMII merupakan aktor intelektual yang bergerak dengan prinsip intelek pula, sehingga prinsip peningkatan basis gerakan intelektual digagas agar tingkat kritisisme kader PMII lebih maksimal, sehingga dapat optimal dalam proses pengawalan untuk mengimplementasikan gagasan yang solutip dalam mengatasi permasalahan yang ada. Dalam proses kaderisasi misalnya dengan membentuk forum diskusi sebagai wadah untuk menjembatani kader dalam berproses meningkatkan Pemahaman teori serta pengetahuan yang dibutuhkan.
Basis gerakan selanjutnya yang perlu di maksimalkan adalah basis gerakan spiritual. Karena Kader PMII perlu mempunyai sikap dan budaya  yang berlandaskan pada nilai spiritual.  Agar segala tindakan ataupun gerakan PMII tidak menciderai prinsip keagamaan yang menjadi landasan pergerakan. Adapun ketauhidan kader dan gerakan PMII haruslah memegang keyakinannya (idealismenya) tidak hanya pada tataran lisan, namun juga mempraktikan nilai-nilai keyakinannya yang bersumber dari agama ataupun norma masyarakat. Dalam berorganisasi misalnya, perlu dijunjung nilai-nilai religius, kejujuran, bermanfaat kepada orang lain, dan sikap positif  lainnya.
Kemudian basis gerakan sosial, sebagaimana implementasi segala aspek teori dan pengetahuan dari pengimplementasian basis gerakan  intelektual serta religiusitas kader dalam mengupayakan terciptanya masyarakat madani. Basis gerakan ini digalakkan dengan bertujuan untuk meningkatkan responsibilitas kader terhadap segala aspek yang menciderai kemaslahatan rakyat dan upaya untuk menumbuhkan jiwa sosial serta sodaritas dalam membaca keadaan yang dialami oleh masyarakat. Seperti gerakan bakti sosial, gerakan advokasi ataupun gerakan yang lain sebagainya.
Selain penguatan di basis gerakan diatas, yang perlu di perkuat kembali adalah penanaman dan peneguhan prinsip gerakan yang berpegang teguh pada prinsip idealisme pergerakan , yaitu prinsip yang tertulis dalam NDP PMII. Serta menjalankan segala aspek kegiatan dalam rangka pengawalan dengan menggunakan Aswaja sebagai pola berfikir.
Mengkaca Gerakakan PMII Rayon tarbiyah
Dahulu basis gerakan PMII mempunyai peranan penting dalam memperjuangkan hak mahasiswa serta hak  rakyat Indonesia. Berbekal intelektualitas dan kapasitas yang mereka miliki, memposisikan kader PMII sebagai the agent of social change, the agent of social control, dan the agent of problem solver. Mereka mempunyai prinsip dan tugas yang mulia sebagai pembela rakyat dari segala kebijakan birokrasi yang tidak pro rakyat. Namun melihat realita sekarang, basis pergerakan yang mengatasnamakan gerakan untuk rakyat, kini tinggalah angan-angan.
Gerakan PMII Rayon tarbiyah sekarang telah terreduksi, terbukti Sebagai kader pergerakan yang  menempati jenjang pendidikan tertinggi di Indonesia, yang seharusnya kader mampu melaksanakan fungsinya sesuai dengan  landasan pergerakan yang tercantum dalam Nilai Dasar Pergerakan (NDP).  Akan tetapi, pada kenyataanya pergerakan PMII Rata sekarang cenderung kehilangan arah dalam gelombang permasalahan bangsa baik level regional maupun nasional, serta kehilangan daya kritis untuk menjadi pengawal penguasa.
            Adanya afiliasi terhadap partai politik menjadi salah satu faktor penyebab sikap apatis gerakan di tubuh PMII Rata dalam menyikapi masalah tertentu. Hal ini menyebabkan kader kehilangan daya kritis dan pembelaan terhadap mereka yang terpinggirkan. Selain itu banyaknya alumni kader pergerakan yang telah menempati posisi penting dalam  kancah perpolitikan baik di internal maupun eksternal kampus, hal ini juga berperan besar terhadap berkurangnya nalar kritis kader dalam menyikapi suatu permasalahan. Hubungan yang terjadi di antara alumni dengan kader PMII Rata yang masih aktif, cenderung didominasi oleh doktrin-doktrin yang bersifat pragmatis.
Permasalahan lain yang tidak kalah serius adalah, kritik yang dilontarkan mahasiswa pergerakan dalam berbagai bentuk unjuk rasa saat ini. Mereka dalam menyampaikan aspirasi tidak berangkat dari tradisi akademik yang menjadi basis moral pergerakan. Ketika melakukan aksi, kader kurang mempunyai dasar pemikiran akademis yang bisa dipertanggungjawabkan. Kerap kali suara-suara yang mereka bawa turun ke jalan tidak melalui serangkaian kajian yang mendalam berdasarkan disiplin ilmu yang memadai. Oleh karenanya argumen yang mereka tawarkan mudah dibantah dan dipatahkan. Disamping itu cara mereka menyalurkan aspirasi cenderung anarkis, sehingga simpati rakyat terhadap perjuangan mereka meluntur.
Maka perlu ada tinjauan ulang terhadap gerakan PMII Rata saat ini. Sudah saatnya kita berbenah diri dan kembali pada prinsip dan patron pergerakan yang benar, yaitu gerakan untuk rakyat. Mahasiswa pergerakan saat ini harus mampu mengaplikasikan konsep NDP sebagai bekal untuk pergerakan. Karena kader tidak hanya dituntut cakap secara berintelektual saja, namun harus mampu mengamalkanya dalam pengabdian masyarakat. Terlebih dalam mengawal kebijakan birokrasi yang tidak pro mahasiswa dan rakat.
 Kemudian peran serta semua elemen senior dan alumni  juga sangat penting. Sebagai penyokong sekaligus kontrol pergerakan kader-kader junior, supaya arah gerakan mampu sejalan dengan visi dan misi PMII .  Dengan adanya sinergitas tersebut diharapkan gerakan PMII mampu menjadi suatu kekuatan besar yang mampu mengawal birokrasi, sehingga akan tercipta masyarakat madani yang selama ini kita dambakan.
Mencetak kader PMII Rata yang bercirikhas
Ketika kita membincangkan permasalahan kaderisasi PMII Rayon Tarbiyah. Maka hal yang harus di garis bawahi adalah bagaimana kita harus membangun sistem kadirisasi yang berkesinambungan, serta menanamkan ciri khas kader PMII Rata sebagai Kader yang mempunyai nalar kritis tinggi. Sebagaimana yang diharapkan bahwa Kader PMII Rata mempunyai tipikal kader yang berbeda dengan kader di fakultas lain. Dalam hal ini, segala aspek heterogenitas dari seluruh kecenderungan  kader di gunakan sebagi sarana untuk menjembatai terwujudnya Visi kaderisasi. Yaitu dengan membentuk komunitas sebagai sarana untuk menjembatani proses kaderisasi, agar segala aspek kecenderungan kader itu dapat tercaver dalam tubuh PMII Rata.
Selanjutnya yang menjadi kebutuhan terpenting Kader di level rayon adalah mempunyai kapasitas serta Intelektualitas yang tingggi, sebagai penguat nalar kritis serta  syarat dalam prosesi pengawalan kita terhadap segala aspek yang tidak pro dengan mahasiswa dan masyarakat umum. Karena yang perlu dipahami adalah kita sebagai mahasiswa yang menjadi agen intelektual sekiranya harus  mampu menuangkan segala bentuk pemikiran positif guna menunjang terbentuknya pembangunan dalam segi pendidikan, ekonomi, sosial, maupun profesionalitas.
Hal ini diupayakan agar kader pergerakan mampu memerangi perangkap sistem pola fikir dogmatis yang membentuk  kerangkeng pemikiran yang akhirnya mengakibatkan phobia of mind, untuk itu kader-kader PMII rata harus mampu melawan hegemoni ketakuatan dan pola fikir dogmatis dengan free market of ideasnya Activies nothing statis, kaum pergerakan  harus kritis Stay movement to get revolution.
Mengelola Relasi dan jejaring PMII Rayon Tarbiyah
Selama ini sudah kita sadari bersama bahwa relasi maupun jejaring PMII Rata, baik di internal PMII maupun di ekternal organ lain sudah mulai banyak di kembangkan oleh kepengurusan sebelumnya . Maka saat ini yang perlu kita benahi bersama adalah bagaimana kita agar bisa mengelola hubungan baik kita dengan jaringan dan relasi agar terus bersinergi, sehingga segala aspek yang menjadi kebutuhan hajat kita dalam internal maupun eksternal dapat terwujud. Karna memeng riil tanpa jaringan serta relasi yang kuat, PMII rata tidak bisa maksimal dalam mengembangkan potensi dan segala aspek kapasitas yang dimiliki untuk ikut berkontribusi serta berkontestasi di dunia luar.
Salah satunya dengan kita memberdayakan kelompok ikatan senior ataupun alumni yang sudah terbentuk untuk menjembatani dan mempermudah komunikasi kader dengan senior PMII rata. Sebagaimana harapan dengan terjalinnya hubungan baik pada tubuh PMII rata dengan senior maupun alumni, dapat dipastikan PMII rata mudah untuk mengembangkan segala potensinya dan mempermudah gerak PMII itu sendiri.
Selajutnya membangun fondasi gerakan di kancah regional, dengan cara terus intens menjalin komunikasi baik di ranah rayon di komisariat walisongo sendiri maupun di level rayon di lingkup komisariat lain. Dengan terwujudnya jalinan yang bersinergi diaharapkan mampu mewujudkan cita-cita PMII Rata dalam kompetisi di level Regional tersebut.

Tidak ada komentar: